Minggu, 31 Mei 2015

Operator dan Jenisnya

 Operator
Operator merupakan simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi. Misalnya untuk menjumlahkan dua buah nilai, memberikan nilai ke suatu variabel atau membandingkan kesamaan dua buah nilai. Bahasa C++ mempunyai beberapa operator yaiitu : Operator Aritmatika, Operator Penugasan, Operator Penaikan dan Penurunan, Operator Pemendekan, Operator Relasi dan Logik, dan Operator Bitwise

  Macam-macam Operator
a.    Operator Aritmatika
Operator aritmatika pada bahasa C++ merupakan operator yang tergolong sebagai operator binary atau unary, karena harus mempunyai lebih dari satu operand (Lihat tabel 2.1) :
Tabel 2.1 Operator Aritmatika
Operator
Keterangan
Contoh
Penjelasan
*
Perkalian
2*3

/
Pembagian
7 / 2

%
Sisa pembagian
7 % 2
Khusus untuk tipe data integer
+
Penjumlahan
5 + 4

-
Pengurangan
5 – 4

Simpan dengan nama file : lat21.cpp
#include <iostream.h>
void main()
{
 int a,b,c,d,e;
 a=5,b=10,c=15;
 d=a+b*c-b;
 e=c%b;
 cout << “Hasil D adalah      : “<<d<<”endl”;
 cout << “Hasil penaikan nilai D : “<<d++<<”endl”;
 cout << “Sisa bagi c%b            : “<<e<<”endl”;
}
Hasil :











Simpan dengan nama file : lat22.cpp
//hitung nilai diskriminan
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
  int a,b,c,d;
  clrscr();
  a=5; b=600; c=5;
  d=b*b-4*a*c;
  cout<<”Nilai diskriminan = “<<d<<endl;
 }
Hasil :








b.    Operator Penugasan
Operator penugasan yang berupa simbol sama dengan ( = ) berguna untuk memberikan suatu nilai ke suatu variabel. Operator ini dapat dikenakan sebagai ungkapan ataupun berdiri sebagai pernyataan :
1)    Penugasan sederhana
Beberapa pernyataan penugasan telah diperkenalkan, sebagai contoh :
         a = 1;
         a = 2+b;
Pada contoh pertama, variabel a diisi dengan nilai 1. Pada contoh kedua, variabel a diisi dengan ungkapan 2 + b.

2)    Penugasan dalam ungkapan
Pada contoh berikut, operator penugasan dipakai di dalam pernyataan penugasan dan ungkapan.
a = 2 + (b =1);
Variabel b mula-mula diisi nilai 1, kemudian variabel a diisi dengan hasil ungkapan 2+1.
3)    Penugasan berganda
Suatu penugasan berganda berbentuk seperti contoh berikut :
a = b = c = d = e = 1;
Pada bentuk seperti ini, mula-mula e diisi dengan 1, kemudian d diisi dengan e, c diisi dengan d, b diisi dengan c dan a diisi dengan a. Pernyataan diatas identik dengan :
a = 1; b =1; c =1; d = 1; e =1;

c.    Operator Penaikan dan Penurunan
Berkaitan dengan operasi aritmatika, C++ seperti bahasa pendahulunya C, menyediakan operator yang disebut sebagai operator penaikan (increment) dan operator penurunan (decrement). Kedua operator ini digunakan pada operand bertipe bilangan bulat (integer).
Tabel 2.2 Operator penurunan & penaikan
Operator
Keterangan
++
Operator penaikan
- -
Operator penurunan

Operator penaikan digunakan untuk menaikkan nilai variabel sebesar satu, sedangkan operator penurunan dipakai untuk menurunkan nilai variabel sebesar satu. Penempatan operator terhadap variabel dapat dilakukan di muka atau di belakangnya.
Penempatan operator terhadap variabel dibedakan menjadi dua :
·         Penaikan di depan
·         Penaikan di belakang
1)    Penaikan/ penurunan di depan
Operator penaikan/ penurunan di depan variabel bila hanya mengandung satu operand tidak ada perbedaannya, namun bila sudah mengandung dua operand akan mempunyai perbedaan. Pada penaikan/penurunan di depan, variabel yang terhubung oleh operator ini akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk dinaikkan/ diturunkan terlebih dahulu sebesar nilai yang didefinisikan. Perhatikan contoh dibawah ini :
Simpan dengan nama file : lat23.cpp
//melihat efek penaikan di depan variabel
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
      int x, y;
      clrscr();
      x = 5;
      y = 10 + ++x;
      cout<<” x = “<<x<<endl;
      cout<<” y = “<<y<<endl;
}
Hasil :
     






Pada contoh program di atas, nilai x dinaikkan terlebih dahulu sebesar satu sehingga bernilai 6, kemudian baru dijumlahkan dengan 10. Sehingga hasil nilai y adalah 16.
2)    Penaikan/ penurunan di belakang
Pada penaikan/penurunan di belakang, variabel yang terhubung oleh operator ini akan dinaikkan/diturunkan di akhir sebesar nilai yang didefinisikan. Di bawah ini diberikan contoh program operator penaikan/ penurunan di depan variabel :
Simpan dengan nama file : lat24.cpp
//melihat efek penaikan di depan variabel
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
         int x, y;
         clrscr();
         x = 5;
         y = 10 + x++;
         cout<<” x = “<<x<<endl;
         cout<<” y = “<<y<<endl;
 }
Hasil :
     





Pada contoh program di atas, nilai x dinaikkan di akhir setelah dijumlahkan dengan 10. Oleh karena itu hasil dari nilai x = 6 dan y = 15.


d.    Operator Majemuk (Pemendekan)
Operator majamuk (pemendekan) merupakan operator yang berfungsi untuk memendekkan penulisan operasi penugasan seperti :
x = x + 2;    menjadi  x += 2;
y = y * 4;    menjadi  y *= 4;
Daftar berikut memberikan seluruh kemungkinan operator kombinasi dalam suatu pernyataan dan pernyataan padanannya.
Tabel 2.3 Operator majemuk
Operator
Contoh
Keterangan
+=
x+=2
x = x + 2
- =
x -=2
x = x –2
* =
x *=2
x = x * 2
/ =
x /= 2
x = x / 2
%=
x %= 2
x = x %2

Simpan dengan nama file : lat25.cpp
//melihat efek penaikan di depan variabel
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
         int x;
         clrscr();
         x = 2;
         cout<<” Nilai awal x = “<<x<<endl;
         x+=8;
         cout<<” Nilai x menjadi = “<<x<<endl;
         x/=2;
         cout<<” Nilai x menjadi = “<<x<<endl;
 }
Hasil :
     





e.    Operator Relasi dan Logik
Operator relasi banyak diterapkan pada statement kendali. Operator ini biasa digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Keseluruhan operator relasi pada C++ dapat dilihat pada tabel 2.4 di bawah ini :
Tabel 2.4 Operator Relasi dan logik
Operator
Keterangan
==
Sama dengan (bukan penugasan)
!=
Tidak sama dengan
> 
Lebih dari
<
Kurang dari
>=
Lebih dari atau sama dengan
<=
Kurang dari atau sama dengan
&&
Dan (AND)
||
Atau (OR)
!
Tidak (NOT)

Hasil ungkapan ini bernilai :
§ Jika nilai x sama dengan nilai y maka bernilai 1
§ Jika  nilai x tidak sama dengan y maka bernilai 0
Simpan dengan nama file : lat26.cpp
//melihat relasi dan logik
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
         int a, b, c, d, e, f;
         clrscr();
         a=100, b=200, z=150;
         c=a==b;
         d=a!=b;
         e=(z>=a) && (z<=b);
         cout<<” a sama dengan b : “<<c<<endl;
         cout<<” a tidak sama dengan b : “<<d<<endl;
         cout<<” z>=a AND z<=b  : “<<e<<endl;
            }
Hasil :
     






f.     Operator Manipulasi bit (bitwise)
Operator ini digunakan untuk memanipulasi data dalam bentuk bit. Perhatikan pada tabel 2.5 di bawah ini :
Tabel 2.5 Operator Relasi dan logik
Operator
Keterangan
~
NOT (komplemen)
<< 
Geser bit ke kiri
>> 
Geser bit ke kanan
&
Dan (AND)
^
XOR
|
Atau (OR)

Simpan dengan nama file : lat26.cpp
//melihat relasi dan logik
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
         int z;
         clrscr();
         z=1
         cout<<”Nilai awal Z adalah : “<<z<<endl;
         z=z<<2;
         cout<<”Nilai Z geser 2 bit kekiri adalah : “<<z<<endl;
         z=z>>1;
         cout<<”Nilai Z geser 1 bit kekanan adalah : “<<z<<endl;
 }

Hasil :
 









0 komentar:

Posting Komentar