Operator
Operator merupakan simbol yang biasa
dilibatkan dalam program untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi.
Misalnya untuk menjumlahkan dua buah nilai, memberikan nilai ke suatu variabel
atau membandingkan kesamaan dua buah nilai. Bahasa C++ mempunyai beberapa operator
yaiitu : Operator Aritmatika, Operator Penugasan, Operator Penaikan dan
Penurunan, Operator Pemendekan, Operator Relasi dan Logik, dan Operator Bitwise
Macam-macam Operator
a.
Operator
Aritmatika
Operator aritmatika pada bahasa C++
merupakan operator yang tergolong sebagai operator binary atau unary, karena
harus mempunyai lebih dari satu operand (Lihat tabel 2.1) :
Tabel 2.1 Operator Aritmatika
|
Operator
|
Keterangan
|
Contoh
|
Penjelasan
|
|
*
|
Perkalian
|
2*3
|
|
|
/
|
Pembagian
|
7 / 2
|
|
|
%
|
Sisa pembagian
|
7 % 2
|
Khusus untuk tipe data integer
|
|
+
|
Penjumlahan
|
5 + 4
|
|
|
-
|
Pengurangan
|
5 – 4
|
|
Simpan
dengan nama file : lat21.cpp
#include <iostream.h>
void main()
{
int a,b,c,d,e;
a=5,b=10,c=15;
d=a+b*c-b;
e=c%b;
cout << “Hasil D adalah : “<<d<<”endl”;
cout << “Hasil penaikan nilai D :
“<<d++<<”endl”;
cout << “Sisa bagi c%b : “<<e<<”endl”;
}
Hasil :
Simpan dengan nama file : lat22.cpp
//hitung nilai diskriminan
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int a,b,c,d;
clrscr();
a=5; b=600; c=5;
d=b*b-4*a*c;
cout<<”Nilai diskriminan = “<<d<<endl;
}
Hasil :
b.
Operator
Penugasan
Operator penugasan yang berupa simbol
sama dengan ( = ) berguna untuk memberikan suatu nilai ke suatu variabel.
Operator ini dapat dikenakan sebagai ungkapan ataupun berdiri sebagai
pernyataan :
1) Penugasan
sederhana
Beberapa pernyataan penugasan telah diperkenalkan,
sebagai contoh :
a = 1;
a = 2+b;
Pada contoh pertama, variabel a diisi dengan nilai 1.
Pada contoh kedua, variabel a diisi dengan ungkapan 2 + b.
2) Penugasan
dalam ungkapan
Pada contoh berikut, operator penugasan dipakai di dalam
pernyataan penugasan dan ungkapan.
a = 2 + (b =1);
Variabel b mula-mula diisi nilai 1, kemudian variabel a
diisi dengan hasil ungkapan 2+1.
3) Penugasan
berganda
Suatu penugasan berganda berbentuk seperti contoh berikut
:
a = b = c = d = e = 1;
Pada bentuk seperti ini, mula-mula e diisi dengan 1,
kemudian d diisi dengan e, c diisi dengan d, b diisi dengan c dan a diisi
dengan a. Pernyataan diatas identik dengan :
a = 1; b =1; c =1; d = 1; e =1;
c.
Operator
Penaikan dan Penurunan
Berkaitan dengan operasi aritmatika, C++
seperti bahasa pendahulunya C, menyediakan operator yang disebut sebagai
operator penaikan (increment) dan operator penurunan (decrement). Kedua operator ini digunakan pada operand bertipe
bilangan bulat (integer).
Tabel 2.2 Operator penurunan & penaikan
|
Operator
|
Keterangan
|
|
++
|
Operator penaikan
|
|
- -
|
Operator penurunan
|
Operator penaikan digunakan untuk
menaikkan nilai variabel sebesar satu, sedangkan operator penurunan dipakai
untuk menurunkan nilai variabel sebesar satu. Penempatan operator terhadap
variabel dapat dilakukan di muka atau di belakangnya.
Penempatan operator terhadap variabel
dibedakan menjadi dua :
·
Penaikan di depan
·
Penaikan di belakang
1) Penaikan/
penurunan di depan
Operator
penaikan/ penurunan di depan variabel bila hanya mengandung satu operand tidak
ada perbedaannya, namun bila sudah mengandung dua operand akan mempunyai
perbedaan. Pada penaikan/penurunan di depan, variabel yang terhubung oleh
operator ini akan diprioritaskan terlebih dahulu untuk dinaikkan/ diturunkan
terlebih dahulu sebesar nilai yang didefinisikan. Perhatikan contoh dibawah ini
:
Simpan dengan nama file : lat23.cpp
//melihat efek penaikan di depan
variabel
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int
x, y;
clrscr();
x
= 5;
y
= 10 + ++x;
cout<<”
x = “<<x<<endl;
cout<<”
y = “<<y<<endl;
}
Hasil :
Pada contoh
program di atas, nilai x dinaikkan terlebih dahulu sebesar satu sehingga
bernilai 6, kemudian baru dijumlahkan dengan 10. Sehingga hasil nilai y adalah
16.
2) Penaikan/
penurunan di belakang
Pada
penaikan/penurunan di belakang, variabel yang terhubung oleh operator ini akan
dinaikkan/diturunkan di akhir sebesar nilai yang didefinisikan. Di bawah ini
diberikan contoh program operator penaikan/ penurunan di depan variabel :
Simpan dengan nama file : lat24.cpp
//melihat efek
penaikan di depan variabel
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int
x, y;
clrscr();
x
= 5;
y
= 10 + x++;
cout<<”
x = “<<x<<endl;
cout<<”
y = “<<y<<endl;
}
Hasil :
Pada contoh
program di atas, nilai x dinaikkan di akhir setelah dijumlahkan dengan 10. Oleh
karena itu hasil dari nilai x = 6 dan y = 15.
d.
Operator
Majemuk (Pemendekan)
Operator majamuk (pemendekan) merupakan
operator yang berfungsi untuk memendekkan penulisan operasi penugasan seperti :
x = x + 2; menjadi
x += 2;
y = y * 4; menjadi
y *= 4;
Daftar berikut memberikan seluruh
kemungkinan operator kombinasi dalam suatu pernyataan dan pernyataan
padanannya.
Tabel 2.3 Operator majemuk
|
Operator
|
Contoh
|
Keterangan
|
|
+=
|
x+=2
|
x = x + 2
|
|
- =
|
x -=2
|
x = x –2
|
|
* =
|
x *=2
|
x = x * 2
|
|
/ =
|
x /= 2
|
x = x / 2
|
|
%=
|
x %= 2
|
x = x %2
|
Simpan dengan nama file : lat25.cpp
//melihat efek
penaikan di depan variabel
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int
x;
clrscr();
x
= 2;
cout<<”
Nilai awal x = “<<x<<endl;
x+=8;
cout<<”
Nilai x menjadi = “<<x<<endl;
x/=2;
cout<<”
Nilai x menjadi = “<<x<<endl;
}
Hasil :
e.
Operator
Relasi dan Logik
Operator relasi banyak diterapkan pada
statement kendali. Operator ini biasa digunakan untuk membandingkan dua buah
nilai. Keseluruhan operator relasi pada C++ dapat dilihat pada tabel 2.4 di
bawah ini :
Tabel 2.4 Operator Relasi dan logik
|
Operator
|
Keterangan
|
|
==
|
Sama dengan (bukan penugasan)
|
|
!=
|
Tidak sama dengan
|
|
>
|
Lebih dari
|
|
<
|
Kurang dari
|
|
>=
|
Lebih dari atau sama dengan
|
|
<=
|
Kurang dari atau sama dengan
|
|
&&
|
Dan (AND)
|
|
||
|
Atau (OR)
|
|
!
|
Tidak (NOT)
|
Hasil ungkapan ini bernilai :
§
Jika
nilai x sama dengan nilai y maka bernilai 1
§
Jika
nilai x tidak sama dengan y maka
bernilai 0
Simpan dengan nama file : lat26.cpp
//melihat relasi dan
logik
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int
a, b, c, d, e, f;
clrscr();
a=100,
b=200, z=150;
c=a==b;
d=a!=b;
e=(z>=a)
&& (z<=b);
cout<<”
a sama dengan b : “<<c<<endl;
cout<<”
a tidak sama dengan b : “<<d<<endl;
cout<<”
z>=a AND z<=b :
“<<e<<endl;
}
Hasil :
f.
Operator
Manipulasi bit (bitwise)
Operator ini digunakan untuk
memanipulasi data dalam bentuk bit. Perhatikan pada tabel 2.5 di bawah ini :
Tabel 2.5 Operator Relasi dan logik
|
Operator
|
Keterangan
|
|
~
|
NOT (komplemen)
|
|
<<
|
Geser bit ke kiri
|
|
>>
|
Geser bit ke kanan
|
|
&
|
Dan (AND)
|
|
^
|
XOR
|
|
|
|
Atau (OR)
|
Simpan dengan nama file : lat26.cpp
//melihat relasi dan
logik
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
int
z;
clrscr();
z=1
cout<<”Nilai
awal Z adalah : “<<z<<endl;
z=z<<2;
cout<<”Nilai
Z geser 2 bit kekiri adalah : “<<z<<endl;
z=z>>1;
cout<<”Nilai
Z geser 1 bit kekanan adalah : “<<z<<endl;
}
Hasil :
![]() |









0 komentar:
Posting Komentar